Cat Rumah | Kumpulan Tulisan Mengenai Cat Rumah

Cat Rumah | Kumpulan Tulisan Mengenai Cat Rumah
4.9 (98.08%) 145 votes

“Nanti mau dicat pakai warna apa pak?” tanya seorang mandor bangunan pada seseorang di hadapannya. Orang ini berencana memperbaiki rumah tempat tinggalnya dengan merombak beberapa bagian, menambah bangunan loteng diatasnya, sekaligus mengganti cat rumahnya. Si pemilik bangunan tampak berpikir sejenak. Sepertinya ia sedang mereka-reka warna apa yang sekiranya nanti bisa membuat tempat tinggalnya menjadi terlihat lebih nyaman, teduh, sekaligus memunculkan semangat bagi yang tinggal di dalamnya. Bingung karena belum punya referensi, pemilik rumah tersebut kemudian balik bertanya kepada sang mandor, “Punya contoh warna catnya nggak? Biar nanti saya pakai sebagai referensi.”

Pengawas tukang bangunan itu kemudian mengangsurkan beberapa lembar contoh pewarnaan milik sejumlah merek cat, mulai dari yang kelas murah sampai kelas elit berharga ratusan ribu Rupiah untuk setiap kalengnya. Karena harganya berbeda, tentunya kualitas serta ragam warnanya juga tidak sama.

Cat Rumah

Cat Rumah

Kalau memilih Cat Rumah berdasarkan harganya, si bapak pemilik rumah jelas akan bisa berhemat dengan budget atau anggaran renovasinya. Tapi resikonya adalah, pewarna dinding berharga murah pada umumnya kurang tahan terhadap tempaan cuaca. Padahal di tengah kondisi iklim tidak menentu, seharusnya panas namun bisa hujan berhari-hari begitu pula sebaliknya, tentu membutuhkan cat yang tidak sekedar mewarnai dinding rumah, akan tetapi juga tidak menguras kantong di kemudian hari karena harus terus-menerus mengecat ulang akibat mengelupasnya lapisan lama. Namun apabila si bapak tersebut memilih yang mahal dan bermerek internasional, di satu sisi ia akan mendapatkan garansi atau jaminan lapisan pewarna dindingnya tidak akan luntur atau terkelupas sampai bertahun-tahun.

Di sisi lain, ia harus berhitung juga dengan biaya perbaikan bangunan yang pada umumnya punya kecenderungan membengkak dari perencanaan awal anggaran. Apalagi ragam pelapis dinding atau tembok ini juga punya setidaknya dua kategori. Untuk kategori pertama yaitu cat khusus untuk interior alias bagian dalam rumah. Pada umumnya kategori ini punya lebih banyak macam warna sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing konsumen. Karena biasanya selera tiap orang berbeda, tentunya pilihan warnanya juga tak akan sama. Bisa jadi si bapak suka dindingnya berwarna putih, namun sang anak memilih biru laut atau pink, karena menganggap disamping putih lebih terlihat kolot alias orang tua banget, tujuannya agar sang anak bisa lebih betah di kamarnya karena warna dindingnya sesuai keinginan dan pribadinya.

Kategori pelapis tembok berikutnya adalah eksterior atau bagian luar. Pada umumnya pilihan untuk pewarnaannya relatif lebih sedikit dibandingkan untuk interior. Namun cat khusus eksterior biasanya lebih tahan banting terhadap perubahan cuaca, bahkan yang paling ekstrim sekalipun. Persis seperti iklan di televisi, dimana bagian luar rumah merupakan sasaran utama hujan dan terik matahari silih berganti, sehingga tentunya butuh perlindungan lebih kuat agar kalau dilihat dari luar kondisi rumah tidak akan tampak kusam. Soal harga, pelapis luar atau eksterior jelas lebih mahal bila dibandingkan dengan cat interior, lagi-lagi karena kualitas serta daya tahannya jauh lebih baik.

Masalahnya sering terjadi salah kaprah dimana karena ingin menghemat biaya, justru seringkali yang digunakan sebagai pelapis seluruh bangunan adalah cat interior. Padahal dilihat dari sisi jangka panjangnya, justru hal ini akan mengakibatkan anggaran lebih boros, karena harus sering-sering mengecat ulang terutama bagian luar bangunan akibat daya tahan pewarna interior kalah kuat dibandingkan eksterior. Pada akhirnya memang kembali kepada selera tiap orang, karena bagaimanapun budget tentunya telah dihitung sesuai kapasitas kemampuan sang pemilik. Akan tetapi tentunya akan cukup bijak apabila dalam mewarnai rumah, kita tak hanya terpaku pada besaran biaya saja, namun juga pertimbangan akan jangka panjangnya.

Jangan sampai istilah “maunya ngirit malah ngorot, maunya beres malah boros” justru terjadi pada diri kita. Ada pepatah pula mengatakan “harga tidak menipu”. Artinya kualitas tentunya berbanding lurus bersama harga yang mesti kita bayarkan. Jadi dalam urusan memilih cat sebagai sarana mempercantik tampilan tempat tinggal, setidaknya kita bisa bersikap bijak serta mengkompromikan dengan perbaikan aspek lainnya. Kalau ingin tempat tinggal terlihat cantik dan tahan lama, tentunya ada pengorbanan dari sisi lainnya. Begitupun sebaliknya. Nah, selamat memilih cat rumah ya.

Sumber gambar: http://yudhisoegian.files.wordpress.com/2010/01/cat-1.jpg

resepmasakanku.co