Franchise Makanan | Kumpulan Tulisan Mengenai Franchise Makanan

Franchise Makanan | Kumpulan Tulisan Mengenai Franchise Makanan
4.96 (99.2%) 56 votes

Pertanyaan yang sering muncul pada saat seseorang akan beralih status dari karyawan menjadi wirausahawan adalah, “Aku mau usaha apa ya?” atau, “kira-kira bidang bisnis apa yang pas dan menghasilkan keuntungan besar?”

Atas pertanyaan itu, jawaban paling mudah dan banyak dilontarkan sebagian orang adalah, “Bisnis kuliner aja. Buka warung, depot, atau katering. Usaha makanan nggak pernah ada matinya karena orang selalu butuh makan.”

Oke, artinya kalau kita ingin menjadi seorang wirausahawan atau bahasa keren nya entrepreneur, salah satu bidang yang bisa dicoba dan paling banyak dibuka adalah usaha kuliner alias berjualan makanan. Contoh nyata betapa bidang ini dianggap sangat berpotensi serta menjanjikan keuntungan berlimpah bisa kita lihat di sekeliling. Mulai dari pelosok kampung sampai pusat kota, tempat yang selalu ramai dikunjungi masyarakat adalah stan penjual makanan.

Bermacam bentuk dan rasa bisa kita dapatkan, bahkan bisa disesuaikan dengan budget pengeluaran sehari-hari. Usaha makanan bisa dikategorikan menjadi dua bagian; makanan ringan / sedang dan makanan berat. Untuk kategori pertama, ada banyak contoh bertebaran di sekitar kita. Paling sederhana kalau sedang berbelanja ke pasar, pasti akan menjumpai pedagang kue-kue atau istilah Jawa nya jajan pasar.

FRANCHISE

FRANCHISE

Mulai jajanan kelas ringan sampai lumayan mengganjal perut ada disana. Harganya murah, rasanya lumayan, ditambah lagi bentuk dan warnanya cukup menarik. Uniknya, usaha macam begini bukan murni dari si pemilik stan di pasar melainkan titipan para pembuat kue rumahan. Pemilik stan hanya menyediakan tempat untuk berjualan saja.

Keuntungannya juga lumayan besar, karena bisa dibilang kita membuka usaha tersebut tanpa modal. Kalaupun ada hanya tempat jualan berikut meja untuk memajang kue-kue titipan tersebut. Seorang pedagang jajan pasar yang kebetulan tetangga saya bahkan bercerita, dalam sebulan setidaknya dia bisa mengantongi penghasilan bersih antara dua hingga empat juta Rupiah. Fantastis kan?

Kalau ingin keuntungan lebih besar lagi, ambil saja franchise usaha makanan yang sudah berkembang. Franchise adalah sebuah usaha yang dikembangkan dalam bentuk cabang-cabang, namun dengan standar kerja berikut pasokan bahannya dari pusat atau pemilik utama bisnis tersebut. Biasanya kalau sebuah bisnis menganut sistem seperti ini akan lebih mudah dalam pengembangan nya, karena semuanya tersistem dalam satu atap.

Meski begitu, pengambil franchisee atau cabang usaha tersebut juga akan mendapat berbagai kemudahan karena tidak perlu bingung mengurus stok bahan baku sampai sistem penggajian karyawan nya. Beberapa waralaba atau franchise makanan dan minuman ringan terkenal saat ini diantaranya adalah Kebab Turki Baba Rafi, Kebab Kings, Kelenger Burger, Tela-tela, Teh Tongtji, Teh Poci dan masih banyak lagi.

Kalau ingin mendapat lisensi waralaba nya, anda bisa langsung menghubungi nomor telepon, umumnya tercantum di gerobak / rombongan jualannya. Apabila tercapai kesepakatan biaya franchisee serta pernak-pernik lainnya, anda sudah bisa memulai bisnis kuliner tersebut. Kalau ingin jenis makanannya lebih berat, sejumlah master franchise juga tersedia seperti burger nasi Bunarendang, atau beberapa merek ayam goreng tepung seperti Hisana, Sabana, dan masih banyak lagi. Pengen lebih dari semua tersebut diatas dan modal anda tak terbatas? Silakan pilih sejumlah outlet ternama seperti Pizza Hut, Hoka-hoka Bento, bahkan Mc. Donald’s sekalipun sudah menanti telepon anda untuk buka outlet baru.

Bagi anda yang masih pemula dalam berbisnis, setidaknya beragam kuliner diatas bisa dicoba karena selain persyaratan administrasi nya relatif mudah, merek-merek tersebut sudah cukup terkenal di kalangan pencinta kuliner kaki lima alias pinggir jalan. Karena selain rasanya lumayan enak, harga jualannya relatif terjangkau dengan pengemasan makanan yang menarik. Apalagi beberapa diantaranya juga punya fasilitas return alias kembali barang atau bahan baku, karena mereka punya jaminan mutu terhadap rasa. Nah, jaminan itu baru bisa tercapai kalau kualitas bahan bakunya juga baik.

Merek-merek diatas umumnya sangat memperhatikan mutu, meski masih banyak juga referensi lain yang mungkin dapat anda peroleh dari teman, kerabat, bahkan atasan anda. Yang terpenting adalah, perhatikan betul bagaimana kontrak kerjasama nya agar sebagai pengambil franchise anda tidak dirugikan. Pastikan detil-detil tertulis di surat perjanjian kontrak waralaba itu bisa diterima oleh kedua belah pihak. Tanyakan secara menyeluruh apabila ada hal-hal kurang jelas bahkan kurang berkenan. Meski sekarang bisnis waralaba makanan terus berkembang dan booming sampai sekarang, jangan sampai anda terperosok cuma gara-gara iming-iming keuntungan besar. Selamat berbisnis.

Sumber gambar: http://newcenturyindianlaw.blogspot.com/2013/01/franchising-in-india.html

resepmasakanku.co