Handphone Nokia : Informasi Terlengkap Tentang Handphone Nokia

Handphone Nokia : Informasi Terlengkap Tentang Handphone Nokia
4.79 (95.84%) 145 votes

Handphone Nokia sempat merajai dunia industri ponsel di tanah air mulai awal tahun 2000an, hingga pada akhir tahun 2006. Ketika itu, vendor asal Finlandia tersebut menjadi salah satu pabrikan terbesar di dunia yang getol mengeluarkan produk telepon seluler secara berkala. Tidak hanya di Indonesia, dominasi Nokia juga diakui hingga di seluruh dunia. Bahkan ponsel buatan mereka menjadi role-model atau panutan dari beberapa vendor kenamaan lain, seperti Samsung dan LG.

Pada masa kejayaannya, handphone Nokia seringkali di bandrol cukup mahal. Bila dibandingkan dengan harga produksi, mungkin keuntungan yang di raup per unit bias mencapai lebih dari 50%! Namun hal tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat di masa itu. Ini disebabkan brand power dari Nokia yang sudah terlanjut berakar kuat di dalam pikiran setiap konsumen, membuat setiap ponsel baru yang diluncurkan selalu disambut dengan antusiasme tinggi.

Nokia Lumia 800

Nokia Lumia 800

Handphone Nokia juga dikenal sebagai produk yang memiliki nilai jual kembali tinggi. Tentunya hal ini tidak terlepas dari popularitas merk yang bersangkutan, membuat tidak sedikit konsumen yang tertarik untuk memiliki produk tersebut, meskipun statusnya adalah barang bekas. Bahkan ponsel-ponsel lawas yang memiliki fitur minim pun dapat dijual dengan perbedaan harga 20% dari harga jual aslinya. Namun perlu kalian ingat bahwa ini terjadi pada masa kejayaan perusahaan yang bersangkutan.

Sayangnya, handphone Nokia tampaknya mulai menawarkan sedikit inovasi setelah era tahun 2006 akhir. Antara ponsel yang satu dan yang lain tidak memberikan fitur yang berbeda dan baru. Bahkan dapat dikatakan tidak banyak perbedaan signifikan di antara banyak produk baru yang dikeluarkan. Hal ini kemudian menimbulkan kebosanan di antara masyarakat, yang merindukan inovasi baru dalam hal teknologi telepon selular. Inilah masa di mana produk-produk mereka banyak mengalami kemunduran.

Hantaman lebih lanjut datang dari perusahaan lain seperti Apple, yang mulai mengenalkan smartphone dengan sistem iOS. Banyak konsumen menemukan bahwa produk Apple menawarkan fitur yang lebih premium dan performa lebih baik. Selagi mereka tidak mampu menghadapi saingan baru ini, Google memperkenalkan sistem operasi baru bernama Android. Dengan adanya sistem operasi open source ini, mulai banyak vendor-vendor yang sebelumnya tidak diperhitungkan, mulai merajai pasar. Dalam waktu singkat, Nokia tidak mampu menghadapi persaingan dari nama-nama seperti Samsung, LG, dan HTC. Brand power dari perusahaan asal Finlandia tersebut tidak menjadi sekuat sebelumnya.

Handphone Nokia kemudian mencoba kembali merebut market share yang sebelumnya mereka miliki. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Antara lain dengan merilis tablet PC bersistem operasi Java dan mengembangkan sistem operasi lain bernama MeeGO. Sialnya, semua usaha tersebut menjadi sia-sia karena terlalu terlambat. iOS dan Android sudah menjadi dua sistem operasi terbesar di dunia. Ketika MeeGo diperkenalkan, publik beranggapan bahwa sudah tidak perlu ada lagi sistem operasi mobile yang digunakan di pasaran. Hal ini kemudian berakibat pada ditutupnya proyek MeeGo. Untuk sementara perusahaan ini vakum dari industri handphone dan ponsel pintar.

Titik balik perusahaan yang namanya terinspirasi dari nama sungai di Finlandia ini terjadi pada sekitar tahun 2010. Bekerja sama dengan Microsoft, Nokia memutuskan untuk memfokuskan bisnis dan semua sumber daya yang mereka miliki untuk mengembangkan ponsel dengan sistem operasi Windows Phone. Kala itu, mereka-lah satu-satunya yang memiliki konsep untuk mengembangkan smartphone dengan platform WP. Seri produk Nokia yang dirilis dengan OS milik Microsoft ini kemudian disebut dengan seri Lumia.

Pada masa awal, kemunculan hape Lumia mendapatkan tanggapan dingin dari masyarakat. Tidak banyak konsumen yang memiliki pengetahuan akan sistem operasi Windows Phone. Ditambah lagi, Nokia tampak tidak menyadari bahwa brand power mereka sudah banyak berkurang di masyarakat. Perusahaan menetapkan harga yang tinggi pada produk Lumia awal yang mereka keluarkan. Adanya sistem operasi baru dan harga yang tidak terjangkau kemudian menjadi dua faktor yang menyebabkan kegagalan dari seri Lumia.

Untungnya, mereka segera belajar dari kesalahan tersebut. Banyak iklan mulai dikeluarkan untuk meliterasi masyarakat akan adanya sistem operasi Windows Phone. Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan seri Lumia yang lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat.

Well, itulah tadi pemaparan singkat mengenai sejarah dan perkembangan handphone Nokia yang ada di Indonesia. Tentunya dengan adanya pasang surut di perusahaan, diharapkan akan mampu membuat produk-produk yang mereka keluarkan menjadi lebih berkualitas. Sebab anda tentunya sudah familiar dengan idiom, ‘pengalaman adalah guru yang terbaik’. Diharapkan perusahaan mampu belajar dari pengalaman buruk di masa lalu dan tetap menghadirkan inovasi terdepan bagi para penggemarnya.

Sumber gambar: http://mojd21.buk.so

resepmasakanku.co