Indonesia Raya : Catatan Tentang Indonesia Raya

Indonesia Raya : Catatan Tentang Indonesia Raya
4.59 (91.86%) 188 votes

Setiap anak bangsa yang terlahir di bumi pertiwi pasti mengenal lagu “Indonesia Raya”. Ya,lagu Indonesia raya merupakan lagu kebangsaan dari Bangsa Indonesia. Bangsa yang berulang tahun setiap tanggal 17 Agustus. Ada yang unik jika kita mencermati sejarah terciptanya lagu Indonesia Raya tersebut.

Dikumandangkan pertama kali pada 28 Oktober 1928 yang bertepatan dengan Kongres Pemuda Indonesia II(sekarang kita kenal dengan hari Sumpah Pemuda) oleh sang pencipta ,Wage Rudolf Supratman atau yang lebih kita kenal dengan WR Supratman komponis asli Batavia kelahiran Jatinegara 9 Maret 1903. Lagu Indonesia Raya dimainkan pada acara penutupan Kongres Pemuda II tersebut secara instrumentalia dengan menggunakan biola. Hal ini didasarkan oleh pertimbangan atmosfer politik pada medio 1928 tersebut dimana pemerintah Hindia Belanda secara ketat melakukan sensor terhadap penerbitan-penerbitan yang dapat menggalang simpati masyarakat pada waktu itu. Betul saja,begitu lagu Indonesia Raya diperdengarkan di hadapan publik pada kongres tersebut,keesokan harinya pemerintah Kolonial Hindia Belanda secara otomatis melarang lagu tersebut untuk diperdengarkan kembali di muka umum. Namun uniknya,justru syair lagu tersebut dengan berani diterbitkan oleh surat kabar “Sin Po” pada November 1928.

Naskah yang ditulis oleh WR Supratman dengan tangga Nada C (Natural) dengan catatan “Djangan Terlaloe Tjepat” ┬áini sempat diubah liriknya oleh kaum pemuda saat itu. Kata “Merdeka Merdeka” digantikan oleh kata “Mulia Mulia” guna menghindari larangan yang diterbitkan oleh pemerintahan Kolonial Hindia Belanda pada waktu itu. WR Supratman pun dengan jelas menuliskan “Lagu Kebangsaan” pada teks asli dari lagu Indonesia Raya tersebut. Dan walaupun terjadi pelarangan oleh pemerintahan kolonial Hindia Belanda,para pemuda pun tidak gentar dan tidak mundur sedikitpun. mereka tetap saja menganggap lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan,lagu yang akan menyatukan seluruh rakyat Indonesia dalam tujuan mencapai kemerdekaan indonesia pada kala itu. Dan hal ini pun terbukti menjadni nyata tatkala stanza pertama dari lagu Indonesia Raya dipilih sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia ketika Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Walhasil hingga saat diterbitkannya tulisan ini,lagu Indonesia Raya akan selalu dimainkan pada setiap upacara bendera yang diadakan di republik ini. Lagu Indonesia Raya akan mengiringi prosesi penaikan bendera merah putih,dan dinyanyikan secara khidmat serta diatur sedemikian rupa agar lagu berakhir ketika bendera merah putih sudah mencapai puncak.

Namun miris,lagu Indonesia Raya sempat mendapatkan kritik yang ironisnya berasal dari anak bangsa sendiri. Kala itu,Remy Sylado,seorang budayawan dan seniman senior mengatakan bahwa sesungguhnya lagu Indonesia Raya merupakan hasil jiplakan atau plagiat dari sebuah lagu berjudul Lekka Lekka Pinda Pinda,lagu yang diciptakan dan populer pada tahun 1600-an. Kritikan Remy Sylado ini langsung mendapatkan tanggapan dari seorang pengamat musik bernama Kaye A Solapung dan diterbitkan dalam salah satu surat kabar terkemuka pada 22 Desember 1991. Solapung mengatakan bahwa Remy hanya mengulangi tuduhan yang dilancarkan oleh seseorang yang diketahui bernama Amir Pasaribu pada Medio 1950-an. Kala itu Amir Pasaribu mengemukakan bahwa Lagu Indonesia Raya menyalin sebuah lagu berjudul Lekka Lekka Pinda Pinda dari Belanda dan juga lagu Boola-Boola dari Amerika Serikat. Solapung yang merupakan seorang pengamat musik langsung melakukan “bedah lagu” terhadap lagu-lagu tersebut. Menurutnya,hanya terdapat delapan ketukan yang sama antara lagu Indonesia Raya dengan kedua lagu tersebut. begitu juga dengan Chord yang digunakan. Chord yang digunakan antara kedua lagu tersebut dengan lagu Indonesia Raya sangatlah berbeda jauh.

Berdasarkan “bedah lagu” tersebut, Solapung dapat mengambil kesimpulan bahwa lagu Indonesia Raya bukanlah merupakan hasil plagiarisme. Lagu tersebut merupakan hasil karya orisinil dari seorang anak bangsa bernama Wage Rudolf Supratman. Lagu yang dihasilkan dari rasa kebangsaan,rasa patriotisme dari seorang anak bangsa yang ironisnya,sejarah mencatat WR Supratman meninggal sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Wage Rudolf Supratman tercatat meninggal dunia pad 17 Agustus 1938 di usia yang ke 35 tahun. Beliau meninggal 7 tahun sebelum mewujudkan cita-citanya yaitu memainkan lagu Indonesia Raya tersebut pada prosesi proklamasi kemerdekaan indonesia.

Jadi,pada akhirnya marilah kita sebagai generasi penerus bangsa dapat meresapi nilai nilai yang terkandung pada syair lagu Indonesia Raya. Nilai nilai yang saat ini telah memudar di kalangan generasi penerus bangsa. Yaitu Nasionalisme dan Patriotisme.

resepmasakanku.co