Kanker Rahim | Artikel Terlengkap Mengenai Kanker Rahim

Kanker Rahim | Artikel Terlengkap Mengenai Kanker Rahim
4.51 (90.28%) 60 votes

Kanker, mendengar namanya saja pikiran kita akan terfokus pada penyakit parah yang susah disembuhkan. Tak salah rasanya jika kita berpendapat demikian. Mengingat kanker merupakan penyakit yang sering menyebabkan kematian, terutama pada wanita. Salah satu contohnya adalah kanker leher rahim.

Kanker ini sulit dilacak keberadaannya sejak awal. Hal itu karena penderita sering tidak menemukan gejala-gejala yang khas. Jika ada sesuatu yang sedikit berbeda, maka biasanya akan dianggap sebagai hal yang biasa. Makanya tidak mengherankan kalau kanker ini baru diketahui keberadaannya setelah kronis.

Ditambah lagi, susah untuk mendeteksi keberadaannya secara anatomis. Maklum, leher rahim kan terletak di dalam tubuh. Jadi, jika ada kelainan atau benjolan tidak mudah untuk mengetahuinya.

Beberapa ahli menggolongkan penyakit ini sebagai penyakit kelamin. Dengan dalih bahwa penyebab penyakit ini salah satunya karena bergonti-ganti pasangan dalam berhubungan sex. Penyakit ini pun banyak menyerang wanita usia 50 tahun ke atas. Tetapi pada beberapa kasus ditemukan juga pada wanita usia 40-an.

Setiap jenis kanker sebaiknya dilakukan penanganan sejak stadium awal. Hal itu untuk mendapatkan peluang kesembuhan total. Jika pengobatan dilakukan setelah keadaannya kronis, maka sedikit kemungkinan kanker bisa sembuh.

Tetapi memang sulit untuk mengetahui seseorang terkena kanker leher rahim atau tidak. Maka sebagai bentuk antisipasi, kita bisa melihat gejalanya. Biasanya ditandai dengan terjadinya keputihan yang terus menerus. Kadang-kadang disertai juga dengan pendarahan. Jika kemudian keputihan tersebut menjadi bau, berarti kanker leher rahimnya sudah masuk ke stadium lanjut.

Tanda-tanda lain seseorang terkena kanker leher rahim adalah pendarahan setelah berhubungan badan. Jenisnya memang hanya bercak-bercak kecil. Tetapi jika kankernya sudah sampai stadium lanjut, maka pendarahan seperti itu akan terjadi terus setiap hari.

Adapun penyebab sesungguhnya penyakit ini sampai sekarang belum diketahui. Kemungkinan besar karena keberadaan virus yang bernama Papilloma Humanis. Tetapi kita bisa melakukan pencegahan dan bersikap hati-hati terhadap faktor penyebab yang bisa memicu timbulnya kanker leher rahim, diantaranya :

1. Menikah muda.
Wanita yang menikah pada usia 15-20 tahun rentan terjadi kanker leher rahim. Begitulah sebuah penelitian menyimpulkan. Penyakit ini sebenarnya mulai berkembang dari mulai persetubuhan. Tetapi baru 30 tahun kemudian muncul gejalanya.

2. Wanita yang menikah lebih dari satu kali.
Wanita yang menikah lebih dari satu kali mempunyai kecenderungan yang besar terkena kanker ini, dibandingkan wanita yang hanya satu kali menikah, bahkan yang tidak pernah menikah sama sekali.

3. Bersetubuh dengan laki-laki yang tidak disunat.
Alat kelamin pada laki-laki yang tidak disunat cenderung kurang bersih. Pada kuncup kemaluannya bisa terkumpul sisa cairan. Cairan itulah yang kemudian bisa menimbulkan infeksi pada daerah leher rahim.

4. Terlalu sering melahirkan.
Jika wanita terlalu sering melahirkan dalam rentan waktu yang pendek, maka leher rahim cenderung menjadi sel-sel yang ganas. Hal itu karena leher rahim sering meregang dan mengkerut.

5. Berhubungan seks dengan pasangan yang terdapat infeksi pada alat kelaminnya.
Jika bersetubuh dengan pria yang mempunyai penyakit pada alat kelaminnya, maka besar kemungkinan wanita bisa tertular. Sehingga pada wanita akan terbentuk calon kanker pada leher rahimnya (serviks). Pada periode ini memang penderita tidak akan merasakan apa-apa. Tetapi 10 tahun kemudian, kanker akan mulai mengganas.

6. Menggunakan alat kontrasepsi IUD yang tak pernah diperiksakan.
Ada kemungkinan tali IUD menimbulkan gesekan pada serviks. Hal ini bisa menimbulkan infeksi. Maka untuk mencegah terjadinya kanker leher rahim, lakukan pemeriksaan setahun sekali.

7. Pelacur, penderita penyakit herpes dan raja singa.
Kelompok ini juga termasuk yang berpeluang besar terkena kanker leher rahim. Kuman dapat menjadi sumber infeksi pada serviks. Pada saatnya nanti dapat berpotensi menjadi kanker leher rahim.
Dari gejala-gejala yang sudah diketahui, maka untuk memastikan seseorang terkena kanker leher rahim atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan Pap Smears. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui secara dini adanya bibit kanker 5 sampai 10 tahun sebelum kanker mengganas. Dari uji pap smears ini akan diketahui apakah hasilnya negatif, ada gejala yang lebih parah atau bahkan kanker telah meluas.

Untuk melakukan pemeriksaan pap smears maka sebelumnya jangan melakukan persetubuhan minimal 3 hari sebelum pemeriksaan. Juga tidak sedang meminum obat-obatan atau jamu. Penderita juga harus menghentikan pemakaian pembersih vagina seperti daun sirih alami, pembersih dan sabun antiseptik. Juga, lakukan dua minggu sesudah haid agar lendir yang akan diperiksakan bebas dari bercak darah.

Karena kanker leher rahim merupakan penyakit berbahaya, maka lakukalah pemeriksaan pap smears ini secara berkala. Terutama pada wanita di atas 40 tahun. Lakukan pemeriksaan 1 tahun sekali. Tetapi untuk mereka yang diatas 50 tahun, lakukan setiap 6 bulan sekali. Jadi, mari mengupayakan hidup sehat dan jauh dari kanker dengan upaya pencegahan sebelum keadaan menjadi parah.

Sumber gambar : http://www.shutterstock.com/pic.mhtml?id=90919883

resepmasakanku.co