Kementerian Keuangan – Kumpulan Catatan Mengenai Kementerian Keuangan

Kementerian Keuangan – Kumpulan Catatan Mengenai Kementerian Keuangan
4.62 (92.46%) 89 votes

Kementerian Keuangan atau sering disingkat Kemenkeu merupakan kementerian negara di bawah naungan Pemerintah Indonesia. Badan yang dahulu sempat disebut Departemen Keuangan ini mengatur segala urusan berhubungan dengan finansial serta kekayaan negara. Dalam kegiatannya Kemenkeu bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Saat ini Kemenkeu dipimpin oleh Chatib Basri yang menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 20 Mei 2013 menggantikan Menteri sebelumnya Agus Martowardojo.

Dalam kegiatannya sehari-hari, Chatib Basri dibantu oleh Mahendra Siregar dan Anny Ratnawati sebagai Wakil Menteri Keuangan. Kantor pusatnya berlokasi di Jalan Lapangan Banteng Timur Nomor 2-4 serta Dr Wahidin Nomor 1, Jakarta Pusat. Kawasan ini merupakan lokasi dimana instansi dibawah Kemenkeu  setingkat eselon I berada kecuali Dirjen Pajak, Dirjen Bea Cukai, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang masing-masing bertempat di Jalan Gatot Subroto, Jalan Jend. Ahmad Yani, dan Jalan Purnawarman.

DSC_5029

Menkeu saat rapat anggaran dengan DPR RI mengenai RAPBN 2014

Sejarah Kementerian Keuangan dimulai jauh sejak meletusnya Perang Dunia II. Saat itu Hindia Belanda (pemerintahan Belanda di Indonesia) berada pada posisi terdesak akibat nyaris putusnya hubungan dengan pemerintahan pusatnya akibat serbuan tentara Jerman. Akibatnya kedudukan Indonesia saat itu sangat sulit karena sulit untuk mengambil keputusan penting kenegaraan akan tetapi pihak Indonesia tidak kehilangan akal. Tahun 1941, Fraksi Nasional Indonesia menawarkan kerjasama dengan pihak Belanda atas dasar “Indonesia Merdeka”. Hal itu ditolak pemerintahan Hindia Belanda termasuk usulan membentuk milisi untuk bangsa Indonesia meskipun kekuatan Belanda saat itu terpecah belah akibat Perang Dunia. Keadaan ini berakhir saat Jepang memaksa Belanda bertekuk lutut pada 8 Maret 1942. dan menjadikan Indonesia jajahan baru Jepang.

Selama masa penjajahan tersebut hubungan Indonesia semakin terisolir dari dunia luar kecuali dengan negara Jepang itu sendiri. Pemerintahan Jepang di Indonesia pun pada waktu itu berpusat di Jakarta dan kegiatan keuangan negara tetap berada di gedung lama Departemen Keuangan.

Kementerian Keuangan

Kementerian Keuangan

Saat Indonesia sudah dalam keadaan merdeka dan berdaulat, pemerintahan baru RI menganggap pentingnya bangsa yang baru lahir ini memiliki mata uangnya sendiri karena dengan adanya uang, merupakan perlambang utama sebuah negara merdeka serta alat untuk mengenalkan diri pada publik luas selain sebagai alat pembayaran. Ketika itu kondisi moneter negeri kacau balau akibat beredar luasnya mata uang Jepang yang diperkirakan berjumlah hingga 4 milyar. Keadaan ini menyebabkan inflasi yang dahsyat. Oleh sebab itu, terhitung mulai tanggal 30 Oktober 1946, Indonesia dibawah kepemimpinan menteri keuangan pada saat itu, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, menyatakan beredarnya ORI atau Oeang Repoeblik Indonesia sekaligus menyatakan tidak berlakunya lagi uang Jepang, uang NICA dan uang Javasche Bank. Percetakan ORI dilaksanakan di daerah terpencil seperti Malang, Jogja dan Surakarta karena kondisi Jakarta masih genting. Meskipun ORI hanya beredar sebentar saja namun keberadaanya turut mengobarkan semangat perjuangan bangsa merdeka serta kebanggaan di seluruh wilayah RI. 30 Oktober pun ditetapkan sebagai Hari Keuangan.

Kemenkeu memiliki visi untuk menjadi pengelola kekayaan dan keuangan negara terpercaya,  akuntabel serta terbaik demi mewujudkan negara berkeadilan, demokratis, dan berkeadilan. Untuk mewujudkan visi mulia itu, Kemenkeu dibekali empat misi yakni:

  • Misi Fiskal
  • Misi Kekayaan Negara
  • Misi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
  • Misi Penguatan Kelembagaan

Fungsi Kemenkeu sendiri merumuskan, menetapkan serta melaksanakan kebijakan dalam hal finansial serta kekayaan negara meliputi jenis barang atau properti negara sekaligus melaksanakan bimbingan teknis serta mengawasi operasional urusan Kemenkeu di daerah dan menjalankan kegiatan teknis berskala nasional atau dari pusat sampai ke daerah.

logokeu

Kemenkeu RI memiliki lambang dengan arti sebagai berikut :

  • Motto Nagara Dana Rakca yang memiliki arti Penjaga Keuangan Negara.
  • Bentuk segi lima melambangkan dasar negara Pancasila
  • Padi sepanjang 17 butir dan Kapas 8 butir terdiri 4 buah kapas berlengkung 4 serta 4 buah kapas berlengkung 5 memiliki arti cita-cita untuk mengisi kesejahteraan bangsa sekaligus melambangkan tanggal lahirnya negara Indonesia.
  • Sayap melambangkan ketangkasan saat bertugas
  • Gada melambangkan upaya menghimpun, mengusahakan serta menjaga keuangan negara

Sumber gambar: depkeu.go.id, kppnpontianak.web.id

resepmasakanku.co