Ternak Kelinci – Informasi Tentang Ternak Kelinci

Ternak Kelinci – Informasi Tentang Ternak Kelinci
4.95 (98.96%) 166 votes

Kelinci, siapa yang tidak mengenal hewan ini. Dengan bulu lebat dan lembut, bentuk tubuh unik dengan dua telinga panjang serta hidung selalu bergerak-gerak membuat hewan ini disenangi oleh banyak orang, terutama anak-anak. Hewan ini telah lama dikenal di Indonesia sejak pertama kali dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Belanda.

Pada mulanya, kelinci hanya dipelihara sebagai hewan peliharaan/hias, akan tetapi dengan seiring waktu ia mulai di lirik sebagai penopang perekonomian menjadi ternak kelinci. Karena cara ternaknya tergolong mudah tetapi mampu mendatangkan keuntungan cukup besar, usaha tersebut semakin berkembang di jaman sekarang.

Kandang-Kelinci-baru-300x224

Kandang-Kelinci

Peningkatan pesat datang dari cara pemeliharaan serta perawatan nya yang cukup mudah, tidak membutuhkan area/lahan luas untuk peletakan kandang, proses reproduksi nya cepat dan tinggi, tidak terlalu membutuhkan banyak waktu dan tenaga serta jenis pakannya pun mudah di dapatkan dari alam. Selain itu, keberadaannya pun bukanlah lagi merupakan hal asing atau pun aneh, karena kita sudah sering melihat hewan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Ternak kelinci, rata-rata ditujukan untuk pedaging, dimana dagingnya diolah menjadi bahan makanan, seperti sate kelinci, salah satu jenis makanan baru yang cukup mendapat banyak peminat. Hal ini dikarenakan kelembutan dagingnya menyerupai daging ayam, memiliki kandungan gizi tinggi, rendah lemak serta kolesterol akan tetapi tinggi kandungan protein, dan harga cukup terjangkau dibandingkan makanan lainnya. Kehadiran dagingnya menjadi alternatif pengganti, terutama ketika harga daging semakin naik dengan gila-gilaan. Beberapa jenis yang sering dipergunakan antara lain jenis Satin rabbit, Rex rabbit atau pun Flemish giant rabbit.

Selain diambil dagingnya, usaha ini juga dapat dijalankan sebagai usaha mendapatkan bibit atau anakannya. Karena tergolong hewan prolific yaitu mudah berkembang biak dan proses reproduksi nya cepat dan pada satu kali proses melahirkan, hewan ini mampu melahirkan 2 hingga 5 ekor bayi. Dalam 1 tahun hewan ini mampu melahirkan hingga 5 kali. Sangat cepat bukan? Karena itulah, prospek usaha tersebut semakin menggiurkan banyak orang.

Tujuan lainnya adalah dapat dijual sebagai pasokan pasar-pasar hewan yang menyediakan hewan untuk dijadikan peliharaan atau dikenal dengan istilah hobi kelinci hias. Pada jenis ini, kelinci yang dipergunakan tidak sama dengan jenis pedaging atau pengembang biakan anakan, karena yang digunakan adalah kelinci berbulu sangat tebal, panjang, lebat serta berbobot besar. Jenis yang umum dijadikan sebagai hewan peliharaan adalah Lop, Angora, Lion rabbit hingga Harlequin rabbit. Harga jual nya pun tidak sama dengan jenis lain, karena memang tergolong hewan untuk peliharaan dengan kualitas tinggi.

Dalam ternak kelinci, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sama seperti usaha ternak lainnya. Antara lain, pemilihan letak dan luas kandang, bibit, makanan hingga faktor kesehatan. Kesemua hal ini harus dipenuhi sebaik-baiknya, karena juga menyangkut kelangsungan serta kesuksesan usaha anda.

Dalam pemilihan letak dan luas kandang, hal ini berhubungan pula dengan luas lahan. Jika anda memiliki lahan luas, penggunaan jenis kandang dengan satu tingkat bisa diaplikasikan. Namun jika luas lahan terbatas, alternatif kandang bertingkat dua hingga tiga lantai dapat anda pergunakan. Tinggi/jarak dari tanah dapat berjarak sejauh 20 – 30 cm untuk menghindari kontak langsung dengan tanah.
Kandang dapat dibuat dari bahan bambu berjarak sebagai dinding dan alas bagian bawah kandang, serta kawat ram untuk bagian depan kandang, agar mempermudah anda melihat hewan ternak anda ini. Sediakan pula kandang untuk merawat anakan, serta yang akan dipergunakan ketika kelinci akan membuat sarang untuk proses melahirkan serta merawat anak-anaknya.Pastikan kandang-kandang yang anda pergunakan memiliki saluran ventilasi, sehingga mampu mensirkulasi udara dengan baik dan lancar.

Untuk pemilihan bibit anakan atau indukan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk bibit anakan, pilihlah anakan yang aktif bergerak, berbulu bagus, tidak kusut serta tumbuh secara merata. Tubuhnya pun proporsional dengan kondisi telinga berdiri tegak lurus (kecuali beberapa jenis yang memiliki telinga turun) serta memiliki mata bulat dan bercahaya. Untuk pemilihan bibit indukan tidak terlalu jauh berbeda, hanya faktor tambahan adalah pada jumlah putting susu tidak lebih dari 8 buah. Jika kesemua syarat tersebut terpenuhi, anda bisa memilih nya sebagai bibit kelinci anakan atau indukan untuk ternak kelinci anda.

Pemilihan pakan, anda dapat menggunakan pakan berupa pelet, diimbangi dengan pemberian rumput-rumputan serta beberapa jenis sayuran. Rumput dan pelet selain berfungsi untuk memenuhi nutrisi nya, juga berfungsi untuk mempertahankan gigi molar nya tetap tumbuh normal. Hindari pemberian sayuran berair, seperti mentimun atau tomat pada hewan ternak anda ini, karena dapat memicu timbulnya penyakit mencret, dimana jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan kematian. Terakhir, rajin lah membersihkan dan menjaga kebersihan kandang, rutin memeriksa kondisinya dan segera mengobati nya jika timbul gejala-gejala penyakit.

Sumber gambar : http://cdn.bisnisukm.com/2009/10/Kandang-Kelinci-baru-300×224.jpg

resepmasakanku.co